Belimbing Dewa kota Depok

belimbing dewa kota depok

UKMDepok.co.id – Belimbing Dewa kota Depok memang sudah sejak lama dijadikan ikon Kota Depok, sehingga tidak heran jika julukan Kota Sejuta Belimbing pun disandangkan pada kota ini. Lalu bagaimanakah sejarah dan perkembangan belimbing di Kota Depok. Berikut ini penjelasannya

Sejarah belimbing di Depok

Belimbing Dewa khas Depok merupakan buah karya Bapak H. Usman Mubin yang merupakan petani penangkar buah. Belimbing Dewa berbeda dengan belimbing lainya karena kekhasan berupa warna yang mencolok, yaitu kuning-jingga keemasan, kemudian rasanya manis dengan ukuran yang lebih besar, serta tidak mudah busuk. Karena alasan ini pula, tidak heran jika Belimbing Dewa selalu menjadi juara pada pameran buah Nasional dan Internasional.

kandungan-dan-khasiat-belimbing

Kandungan dan khasiat belimbing

Belimbing yang dalam memiliki Latin Averrhoa carambola ini mengandung  protein, lemak, vitamin, yaitu vitamin A, B1 dan C, karoten, kalsium, fosfor, zat besi, serat, dan juga air.

Dengan kandung yang sangat banyak tidak heran jika belimbing juga memilki banyak khasiat, seperti

         Menurunkan kolesterol

         Melancarkan buang air kecil

         Menurunkan berat badan

         Mengatasi gangguan liver

         Mengobati sakit perut

         Mengobati rematik

         Mengobati panu, dan jerawat.

         Mengobati sakit gigi, dan sariawan

         Mengobati darah tinggi, dan diabetes

         Menurunkan demam 

         Mengatasi radang tenggorokan dan gondongan

Perkembangan belimbing di Depok

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sekitar 36 hektare lahan pertanian belimbing  di Kota Depok sudah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. Di mana lahan pertanian belimbing pada tahun 2010 adalah 128 hektare, turun menjadi 115 hektare pada 2011. Kemudian di tahun  2012 turun lagi menjadi 105 hektare. Di tahun 2013 hingga awal tahun 2014 saja, lahan pertanian belimbing hanya menyisakan 98 hektare.

Padahal buah belimbing yang bisa dipanen tiga kali dalam setahun, di masa kejayaanya bisa menghasilkan keuntungan mencapai Rp 16  hingga 24 miliar per tahun. Untuk itu membatasi alih fungsi lahan pertanian perlu peran aktif pemerintah agar lahan pertanian tidak semakin berkurang, sehingga menurunkan jumlah produksi buah belimbing.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and