Kendala pemasaran belimbing Depok

dodol belimbing dewa, dodol jambu merah oleh oleh khas depok dalam kemasan

UKMDepok.co.id – Kendala pemasaran belimbing Depok, tidak jauh berbeda dengan kendala buah-buahan tropis lainnya. Namun belimbing Depok yang sangat dekat dengan ibu kota membuatnya mudah untuk di distribusikan selama petani bergabung dengan koperasi untuk memudahkan pemasaran. Koperasi pun harus memiliki jaringan distribusi yang baik mulai dari pedangan di pasar tradisional hingga pasar modern.

Untuk itu dibutuhkan peran serta pemerintah sebagai fasilitator, dan regulator untuk memberikan dukungan dan akses bagi petani dalam memproduksi dan mengembangkan komoditi ini. Selain itu, belimbing  sebagai komoditas holtikultura juga mudah rusak dan busuk. Untuk mengatasi kondisi tersebut memang dibutuhkan sentuhan pengetahuan dan teknologi setelah belimbing di panen.

Pengolahan pun bisa dilakukan mulai dari tingkat petani agar buah belimbing tetap memiliki nilai jual lebih. Salah satunya melalui produk olahan belimbing, seperti dodol, kripik, syrup, dan lain sebagainya. Selain kedua masalah di atas masih ada kendala lainnya.

Peralihan fungsi lahan pertanian di Depok

Banyaknya lahan pertanian belimbing di Depok yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman penduduk, membuat kapasitas produksi belimbing juga menurun.

Kenaikan harga BBM

Harga BBM yang mengikuti harga pasar dunia, ternyata  memicu efek domino mulai dari produksi hingga penjualan buah belimbing. Kondisi ini tentu sangat merugikan petani bahkan pembeli. Sebab harga BBM akan memengaruhi biaya pupuk, transportasi bahkan daya beli masyarakat sebagai konsumen akhir.

Pasokan dan jalur distribusi

Pasokan belimbing yang masih fluktuatif dan belum kontinu dari petani membuat produksi belimbing bisa sangat melimpah atau justru kekurangan. Selain itu, saluran distribusi yang panjang mulai dari petani, pengumpul, pedagang besar, dan supplier bisa membuat harga belimbing naik.

Konsumsi belimbing di masyarakat

Masyarakat di Indonesia masih menempatkan buah sebagai makanan pelengkap, sehingga jumlah konsumsinya tidak terlalu tinggi. Padahal di luar negeri buah belimbing dapat dinikmati sebagai salad, dan minuman. Karena buah sifatnya hanya sebagai pelengkap , sehingga konsumen bisa dengan mudah mengganti jenis buah-buahan lain, baik jenis buah lokal maupun impor. Selain itu konsumen akhir penikmat buah belimbing, cenderung mementingkan harga daripada varietas buah belimbing.

Perkembangan belimbing varitas lain

Buah belimbing sebagai komoditas holtikultura juga memiliki beragam varietas, dan varietas ini bisa menyaingin varietas belimbing Depok. Salah satunya adalah belimbing madu dari daerah Blitar, dan juga belimbing Demak dari daerah Demak.

kandungan-dan-khasiat-belimbing

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and