Pengembangan Ukm Dan Kemitraan Usaha

Pengembangan Ukm Dan Kemitraan Usaha

Pengembangan Ukm Dan Kemitraan Usaha

 Usaha Kecil Menegah (UKM) umumnya masih memiliki modal dan jaringan bisnis yang sangat kecil. Namun dalam skala kecil ini, UKM semakin dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat tinggi. Belum lagi tuntutan bagi UKM untuk memenuhi permintaan barang dengan harga murah, kualitas tinggi dan jumlah ketersediaan yang harus selalu stabil. Tentu tuntutan ini akan membuat usaha kecil menengah (UKM) mengalami kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang sangat tinggi, sementara biaya operasional dan biaya produksi, tariff listrik serta biaya lainnya juga semakin tinggi terkadang memicu kegagalan Usaha Kecil Menegah mengembangkan bisnisnya. Bahkan hal ini bisa meyebabkan kebangkrutan. Namun, sekarang ada pola pengembangan UKM dan Kemitraan Usaha untuk membantu perkembangan UKM.

Keberadaan UKM di Indonesia sangat penting karena UKM mampu menyumbang 60% dari pendapatan serta dapat menampung banyak tenaga kerja. Tapi sayangnya UKM masih belum dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari pemerintah dan usaha-usaha besar lainnya. Sehingga perlulah adanya suatu kemitraan, yaitu hubungan antara UKM dengan Usaha Besar. Kemitraan adalah strategi usaha yang dilakukan oleh dua pihak untuk mendapatkan keuntungan maksimal bagi masing-masing pihak. Ada beberapa Pola Kemitraan Usaha yang dapat membantu perkembangan UKM, diantaranya:

  1. Pola Sub Kontrak, adalah hubungan kemitraan antara UKM dengan usaha besar dimana didalam perjanjiannya UKM adalah produsen atau pemasok dari komponen yang dibutuhkan oleh usaha besar untuk dijadikan bagian dari produksinya.
  2. Pola Inti Plasma, yaitu hubungan kemitraan antara UKM dengan UB (usaha besar) dimana usaha besar berperan sebagai inti dan UKM selaku plasmanya.
  3. Pola Keagenan, yaitu hubungan kemitraan dimana UKM diberikan hak untuk memasarkan produk barang atau jasa usaha besar.
  4. Pola Dagang Umum, yaitu hubungan kemitraan antara UKM dengan usaha besar, dimana didalam perjanjiannya usaha besar memasarkan produk barang atau jasa UKM atau UKM yang memasok kebutuhan usaha besar sebagi mitranya.
  5. Pola Waralaba, yaitu hubungan kemitraan antara UKM dengan Usaha Besar dimana dalam perjanjiannya pemberi waralaba memberikan hak kepada penerima waralaba untuk menggunakan merek dagang, lisensi dan saluran pendistribusiannya.

Dengan adanya Pengembangan UKM dan Kemitraan Usaha, beberapa manfaat yang bisa didapat bagi kedua pihak yang melakukan mitra diantaranya:

  1. Meningkatkatnya produktivitas, efisiensi, jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
  2. Menurunkan resiko kerugian.
  3. Memberikan social benefit yang cukup tinggi.
  4. Meningkatkan ketahanan ekonomi secara nasional.
Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and