Pengembangan UKM Di Indonesia

Pengembangan UKM Di Indonesia

Pengembangan UKM Di Indonesia

Usaha Kecil Menengah atau UKM adalah salah satu bentuk usaha yang dijalankan dalam skala kecil. UKM umumnya memang dijalankan oleh phak-pihak pelaku usaha yang memiliki modal kurang dari 500 juta. Sebagai usaha kecil tentu perlu dilindungi agar terus berkembang menjadi badan usaha yang lebih besar dan mapan. UKM pada umumnya yang baru berjalan memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang lebih menjadi usaha besar. Belum lagi banyak rintangan dan ancaman yang sering meneror Usaha Kecil Menengah atau UKM yang baru berumur sebiji jagung. Oleh karena itu perlu adanya strategi yang tepat dan kuat untuk manjaga kestabilan UKM serta menjaga UKM dari ancaman yang memungkinkan akan merugikan UKM tersebut.

Beberapa strategi pengembangan UKN di Indonesia bisa dilakukan oleh pihak pelaku usaha beserta bantuan Pemerintah atau pun Lembaga Perlindungan Usaha Indonesia. Apalagi Usaha Kecil Menengah sebagai usaha yang berjumlah cukup besar, memiliki peranan penting untuk memajukan perekonomian. Selain itu UKM juga mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak per tahunnya. Maka alas an ini menjadi sangat kuat, bahwa Usaha Kecil Menengah harus dilindungi dan dikembangkan semaksimal mungkin, baik oleh pelaku usaha nya sendiri maupun pemerintah dan lembaga perlindungan usaha. Adapun strategi yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

Srategi Umum Pengembangan UKM meliputi:

  1. Membangun Lingkungan Usaha yang Kondusif
  • Penegakan hukum
  • Penyederhanaan Sistem
  • Penyederhanaan jumlah perijinan
  1. Penataan Kelembagaan
  • Konsolidasi institusi birokasi
  • Penyempurnaan peraturan perundangan
  1. Investasi Sumberdaya Manusia
  2. Investasi di Bidang Teknologi Terapan
  3. Industrialisasi Pedesaan

Srategi Pemasaran Produk setidaknya mencangkup 4 aspek penting yaitu: Produk , Harga, Tempat dan Promosi

Strategi Membangun produk meliputi:

  1. Mengembangkan ide produk: produksilah produk-produk yang telah ada sekarang dan sesuaikan dengan kebutuhan konsumen (lokal, regional, nasional dan internasional)
  2. Mendahulukan produk yang memiliki pasar (niche product): membandingkan antara keuntungan dan biaya yang dikeluarkan
  3. Mengembangkan produk-produk baru yang dipelajari dari reaksi konsumen over time
  4. Spesialisasi dalam menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan kosentrasi hanya pada proses produksi. Sementara itu, dari aspek penjualan diserahkan kepada pihak ketiga (pedagang, perusahaan besar dsb)

Itulah beberapa strategi pengembangan UKM di Indonesia yang perlu dilakukan secara mendetil baik oleh pelaku usaha disertai dengan perhatian dari pemerintah dan badan perlindungan UKM. Tentu strategi ini mampu membantuk UKM lebih mudah menuju pasar yang luas dan menjadi badan usaha yang besar.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and