Sambel Congor, Dari Depok Untuk Indonesia

sambel-congor-dari-depok-untuk-indonesia

UKMDepok.co.id – Pernah dengar istilah kata katanya pedas sekali? Nah, penamaan sambal ini terinspirasi dari sana. Namun walau demikian ternyata sebelum memilih nama tersebut pemiliknya, Mas Joko dan Mba Nadia melakukan survey kecil dahulu.Karena berlatar pendidikan psikologi survey dilakukan untuk memilih nama brand yang hendak dipakai. Survey dilakukan dengan menanyakan kepada responden siapa saja orang orang yang menurut mereka omongannya termasuk pedas. Berdasarkan hasil survey tersebut, terciptalah 3 level kepedasan sambal ini, yaitu pedas level enyak, babe, dan mertua. Nama Sambel Congor pun digunakan setelah melalui konsultasi dengan ahli psikologi sosial, agar terhindar dari unsur sara. Dan karena hasil survey yang diperoleh unuk penamaan tersebut positif, Sambel Congor resmi memiliki 3 varian rasa pedas, sepedas mertua, enyak, dan babe. Sambel Congor, dari Depok untuk Indonesia, saat ini sudah tersedia dalam 16 varian rasa, bisa dipesan ke Mas Joko, WA: +62-838-837-2795

Bagaimana efeknya jika seorang menantu menghadiahi Sambel Congor yang rasa pedas mertua? Ternyata salah satu pengalaman konsumennya menyatakan, setelah beberapa kali menghadiahi sambel congor, mertuanya yang tadinya galak, tiba tiba menjadi baik. Bisa jadi karena makin sayang dengan menantu yang sering memberi Sambel Congor yang enak Bisa juga berubah karena menangkap pesan yang tertulis pada label kemasan Sambel Congor.
Apapun alasannya, pemilihan nama dan level-level yang cukup nyentrik tersebut memang bertujuan untuk mengubah perilaku yang kurang baik kearah yg lebih baik. Dan 3 tokoh tersebut: mertua, enyak dan babe adalah tokoh yang menjadi bagian dari kehidupan seseorang dalam kehidupan sehari hari.
Mau memperbaiki sikap yang gampang marah, boleh di coba, Sambel Congor ya, bisa pesan langsung ke Mas Joko, WA: +62-838-837-2795

sambal-congor-dengan-tiga-level-pedas

Joko Purnomo dan Nadia Chairunnisa memulai usaha sambel congor ini sejak satu tahun yang lalu, tepatnya 14 Oktober 2015. Memulai dengan modal hanya Rp 300.000,- untuk menghasilkan 3 varian rasa perdana: terasi, bawang, dan teri. Memulai dengan hanya 5 kg cabe rawit segar. Tidak kalah unik dengan namanya, cara pembuatan sambelnya pun sederhana, diulek dengan tangan secara tradisional menggunakan cobek. Awal ketika memulai usaha semua dilakukan hanya berdua, dari mengulek tangan sekian banyak cabe menjadi sambal untuk mengejar produksi sambel Congor sampai mengantar pesanan konsumen.
Saat ini, produksi Sambel Congor tidak cukup hanya 5 kg. Walaupun proses membuatnya tetap diulek dengan tangan, bukan dengan mesin. Konsumsi cabe untuk produksi saat ini biaa mencapai 1 kwintal. Untuk mengejar ketersediaan produk, saat ini produksi Sambel Congor sudah dibantu oleh 3 orang pegawai, dengan dan memproduksi total 300 toples sambel per minggu. Produksi dilakukan 3 kali dalam seminggu.
Varian rasa yang tadinya hanya 3, kini sudah tersedia 16 varian rasa, masing masing dengan tingkat kepedasan yang sama: pedas mertua, enyak, dan babe.
16 varian rasa Sambel Congor saat ini: teri, bawang, terasi, bandeng, cumi, jengkol, petai, mangga, gandaria (musiman), belimbing wuluh, buto ijo, merdeka, sambel kacang, sambel rujak, sambel ijo, sambel jawi.
Ada yang menarik dari varian rasa Sambel Congor ini? Bisa langsung pesan saja ke Mas Joko, biar tidak penasaran WA: +62-838-837-2795

membuat-sambal-uleg-sambel-congor

Varian rasa Sambel Congor tidak hanya akan berhenti sampai 16 varian lho. Ternyata dibalik kesukaan menjelajah rasa sambal di Nusantara, Mas Joko ingin menghasilkan 99 varian rasa untuk Sambel Congor nya. Dan untuk menemukan sekian banyak varian rasa itu, yang dilakukan saat ini adalah sering melakukan backpacker, berjalan jalan mengunjungi daerah daerah di Nusantara dalam rangka mengenal cita rasa sambal setempat untuk membuat varian baru. Tentu saja tidak lepas juga sekaligus mempromosikan Sambel Congor. Promosi dalam dunia maya juga dilakukan rutin di media sosial sebagai wadah promosi utama. Pemasaran Sambel Congor mengandalkan market place yang ada, dan mengandalkan reseller serta rekan rekan dekat. Pemesannya pun dari berbagai daerah, pernah sampai ke Papua juga. Hal ini karena rasanya yang memang variannya bisa diterima di banyak wilayah Indonesia.
Untuk itu target memiliki 99 rasa Sambel Congor di lakukan bertahap, karena setiap inovasi varian rasa baru yang diproduksi sebelumnya harus melalui proses survey pasar, apabila konsumen menyukai, baru kemudian diproduksi lebih banyak. Latar belakang pendidikan sebagai sarjana psikologi ternyata sangat berperan dalam pengambilan keputusan ketika meluncurkan varian rasa baru. Dengan pendekatan psikologi mencari rasa yang paling disuka, bisa jadi nantinya Belimbing Dewa khas depok akan bisa diterima konsumen dalam bentuk Sambel Congor varian Belimbing Dewa. Survey membuktikan.
Tapi jika anda ingin membuktikan pedasnya Sambel Congor, tidak perlu survey, cukup langsung pesan saja ke Mas Joko WA: +62-838-837-2795

Sebenarnya banyak yang bisa diceriterakan tentang Sambel Congor ini. Kisah-kisah lucu ketika mengantar langsung 3 lusin sambel Congor ke kostumer, dari di gonggong anjing sampai disangka maling; diwawancara oleh Saluran Televisi Elshinta. dalam acara Kisi-kisi; diliput salah satu koran ibukota ternama, sampai akhirnya bisa masuk dalam gerai UKM di Smesco dalam Galeri Wow Indonesia.
Tapi pedasnya Sambel Congor tidak akan terasa kalau hanya membaca kisahnya. Jangan lupa pesan Sambal nya ya, Sambel Congor, dari Depok untuk Indonesia. Langsung pesan ke Mas Joko di WA: +62-838-837-279

Tulisan ini adalah layanan ulasan gratis bagi produk-produk UKM di Depok. Jika ingin produk anda diulas juga, silahkan hubungi admin web UKMDepok.co.id : 085781230303
Foto-foto yang digunakan dalam artikel ini adalah milik Sambel Congor


															
Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and