Strategi Pengembangan UKM Pada Era Otonomi Daerah Dan Perdagangan Bebas

Strategi Pengembangan UKM Pada Era Otonomi Daerah Dan Perdagangan Bebas

Strategi Pengembangan UKM Pada Era Otonomi Daerah Dan Perdagangan Bebas

Pada masing-masing daerah di Indonesia memiliki kewenangan dan kewajiban untuk mengurus kesejahteraan rakyat yang disebut sebagai otonomi daerah yang mencakup seluruh bidang pemerintahan dan tidak terkecuali soal kesejahteraan rakyat. Dalam kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat pemerintah daerah wajib melaksanakan pengembangan UKM pada era otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 43 UU No. 22. Dalam upaya meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat kepala daerah wajib mewujudkan pembinaan dan pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah, yang mencakup permodalan, pemasaran, pengembangan teknologi, produksi, dan pengolahan serta pembinaan dan pengembangan SDM. Demokrasi ekonomi ini perlu dilakukan sebagai upaya menghadapi pasar bebas yang dimonopoli dan dikuasai oleh perusahaan raksasa besar dunia.

Kunci utama dalam menghadapi persaingan usaha dalam pasar bebas adalah keberhasilan untuk menghadapi persaingan secara global. Kemampuan UKM untuk pengembangan daya saing akan menentukan keberhasilan dalam memanfaatkan peluang kesetaraan ekonomi dunia. Perekonomian nasional Indonesia, akan memiliki daya saing yang tinggi apabila masing-masing daerah telah meningkatkan daya saingnya. Untuk meningkatkan daya saing nasional perlu sinergi antar pelaku ekonomi, pelaku ekonomi dengan pemerintah, dan sinergi kebijakan antar wilayah. Di samping itu dalam menghadapi pasar bebas pelaku bisnis dituntut untuk kreatif dan berani bertindak secara tepat dan cepat. Untuk keperluan ini diperlukan ketersediaan informasi yang akurat. Untuk menang bersaing dalam pasar global, maka UKM dituntut untuk melakukan proses produksi yang produktif dan efisien, serta dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan preferensi pasar global dengan standar kualitas yang lebih tinggi. Dalam era perdagangan bebas UKM tidak cukup hanya memiliki keungggulan komparatif namun yang terpenting adalah memiliki keungggulan kompetitif yang berkelanjutan.

UKM dituntut untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing yang tinggi antara lain dengan kriteria: (1) produk tersedia secara teratur dan sinambung, (2) produk harus memiliki kualitas yang baik dan seragam, (3) produk dapat disediakan secara masal. Di samping itu UKM harus dapat memenuhi berbagai isu standar perdagangan internasional seperti: isu kualitas (ISO 9000), isu lingkungan (ISO 14000), isu Hak Asasi Manusia dan isu ketenagakerjaan. Pengembangan SDM. Agar produk yang dihasilkan dapat terus dikembangakan dan dipertahankan keunggulannya, maka perlu dilakukan pengembangan SDM. Hal ini dilakukan penciptaan tenaga-tenaga terampil melalui pusat-pusat pelatihan yang relevan dengan produk unggulan yang dikembangkan.

Adapun strategi Pengembangan UKM Pada Era Otonomi Daerah Dan Perdagangan Bebas secara keseluruhan yang diperlukan unuk mendukung hal tersebut adalah: (1) meningkatkan efektivitas koordinasi kebijakan, (2) meninngkatkan akses kepada pasar, teknologi, informasi, dan permodalan, dan (3) meningkatkan kualitas SDM dan peran serta pemerintah daerah dan masyarakat.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

Powered by WordPress | Designed by: Premium Themes. | Thanks to Juicers, Free WP Themes and